Sabtu, 13 Juni 2009

Heboh Hadiah Mobil

Setiap orang akan merasa senang ketika dia mendapatkan sebuah hadiah tidak peduli apakah itu orang sudah mempunyai kehidupan yang mapan maupun yang masih kekurangan. Karena sifat hadiah yang menyenangkan tersebut, maka sering dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dari rasa senang itu.

Ketika membersihkan teras rumah, seorang pembokat menemukan sebuah bungkus produk makanan ringan yang cukup terkenal. Merasa heran karena tidak biasanya ada bungkus makanan atau sampah di teras tersebut, maka si pembokat segera memungutnya. Ketika itu dilihat bungkus tersebut ternyata ada sebuah pemberitahuan yang tertera. Isi pemberitahuan itu menyatakan bahwa anda beruntung telah memenangkan sebuah hadiah. Untuk melihat hadiah apa yang dimenangkannya, diminta agar menggosok sebuah panel yang telah ditunjukkannya. Merasa penasaran si pembokat segera memberitahu pada ibu majikannya. Teriakan pembokat yang cukup heboh membuat anak dan baby sitter yang ada turut ramai-ramai melihat bungkus makanan ringan tersebut.

Dibawah panel yang harus digosok tersebut terdapat peringatan yang intinya mengingatkan kepada calon penerima hadiah untuk berhati-hati terhadap penipuan yang sering terjadi melalui kejadian serupa... Sungguh kata-kata yang dibuat sangat bijaksana untuk mengingatkan calon pemenang.

Panel yang disediakanpun akhirnya digosok dengan menggunakan uang logam... Sungguh di luar dugaan.. ternyata hadiah yang dimenangkannya adalah sebuah mobil T***** type A***** (maaf disensor.. takut dibilang promosi...).

Pembokat yang mempunyai sifat pendiam hanya bisa bingung harus berbuat apa.. yang muncul hanya wajah ketegangan dan tentunya berharap bisa segera menerima mobil tersebut dan mengungkapkan rencananya untuk segera keluar dari rumah tersebut karena sudah cukup kaya dengan hadiah sebuah mobil tersebut.

Baby sitter yang orangnya lebih ramai... tampak ikut-ikutan kebingunan demikian juga dengan Ibu dan anak majikan. Didalam pemberitahuan itu juga disebutkan bahwa pajak dan biaya pengiriman akan ditanggung oleh pihak perusahaan, sementara pihak pemenang hanya di diberikan kewajiban untuk membayar biaya balik nama kendaraan.

Ditengah suasana heboh dan membingungkan Ibu majikan menyarankan untuk menghubungi melalui telephone kantor pemberi hadiah yang tertera dalam bungkus tersebut. Ketika nomor telephone yang tercantum dihubungi, terdengar jawaban dari pihak pemberi hadiah. Pihak pemberi hadiah dengan suara yang tenang dan menyakinkan memberikan ucapan selamat dan memberitahukan bahwa hadiah sudah siap dikirim dan ada beberapa pilihan warna mobil yang bisa dipilih, yaitu hitam, merah dan silver... Si Baby sitter pun memilih warna hitam.

Si pemberi hadiah segera menyetujui pilihan itu dan berjanji segera mengirimkan hadiah setelah diterima uang balik nama kendaraan tersebut. Besarnya uang balik nama tersebut adalah sebesar Rp. 4.000.000,-. Merasa senang akan segera mendapat hadiah tetapi tidak memiliki uang sebanyak itu, si pembokat mencoba untuk meminjam uang kepada Ibu majikan serta meminta tolong untuk mengirimkan melalui transfer ke rekening yang dberikan oleh pemberi hadiah.

Karena uang yang dipinjam cukup besar, Ibu majikan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada suaminya yang saat itu berada di luar kota melalui telephone. Merasa sering mendengar cerita seperti itu baik melalui siaran radio dan dari teman serta membaca di kolom pembaca menulis di media cetak, sang suami segera menasihati untuk tetap tenang dan tidak menggubris modus lama dari sebuah kronologi penipuan semacam ini. Sang Ibu majikan walaupun sering mendengar cerita semacam ini sebelumnya pun dibuat tidak mampu berpikir jernih.. dengan sedikit ngotot akhirnya saran dari sang suami akhirnya dituruti.

Uang balik nama kendaraan yang diminta oleh sang pemberi hadiah pun tidak jadi dikirim. Sejak saat itupun si pemberi hadiah tidak pernah lagi menghubungi calon korbannya... Alhamdulillah Tuhan telah menyelamatkan calon korban penipuan...

teman-teman... jangan mudah tertipu oleh penipu yang menggunakan modus operandi serupa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar