Sabtu, 06 Juni 2009

Orang Tua & Ember

Pengalaman orang yang lebih tua, biasanya lebih banyak dan beraneka. Oleh karena itu kita mesti banyak belajar dari para orang tua guna menambah wawasan. Namun sering karena merasa mempunyai pengalaman lebih, mereka jadi semena-mena terhadap anak ataupun orang yang lebih muda. Sifat ini manusiawi sekali karena pengalaman dan kekuasaan yang dia miliki lebih besar.

Kita mungkin pernah mengalami atau mengetahui suatu kejadian yang terkadang menjengkelkan oleh sifat orang-orang seperti ini. Namun kita selalu dibuat tidak berdaya karenanya... paling banter kita hanya bisa menggerutu dan dongkol.

Pada saat kita menaruh ember disuatu tempat dan karena sesuatu hal ember itu tertabrak oleh orang tua, maka orang tua itu akan menyalahkan kita. Mereka akan berkomentar, "Kalau menaruh ember itu jangan disitu,,".

Dilain kesempatan kalau orang tua itu menaruh ember dan di tempat yang sama dengan ketika dia menabraknya. Karena sesuatu hal pula ember itu tertabrak oleh kita... kita masih akan tetap disalahkan oleh orang tua dan dia akan berkomentar, "Sudah tahu ada ember disitu koq ya ditabrak...".

Dua kejadian yang sama hanya berbeda pelakunya, bisa diartikan dua kesalahan yang selalu ditimpakan pada kita... Malang benar nasib ember. Lho koq ember... ? Iya kalau tidak ada ember itu mungkin kita tidak dipersalahkan...

Ember sangat berguna karena berfungsi sebagai alat untuk membantu kita didalam menampung dan membawa sesuatu. Namun ember mempunyai daya tampung terbatas, sehingga apabila kita isi dengan sesuatu yang berlebihan maka isi yang kita masukkan tadi akan tumpah. Oleh karena itu emberpun sering digunakan sebagai perumpamaan atau sebutan bagi orang yang tidak bisa menjaga rahasia sebagai sebuah kepercayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar