Selasa, 26 Mei 2009

Dasar Budeq

Bagi sebagian orang yang tidak suka dengan kegiatan memancing, tentu merasa heran apabila melihat orang memancing.. Kenapa mereka mau berpanas-panasan, menunggu umpan disambar dalam waktu yang lama... Ah gak ada enak-enaknya. Apalagi kalau mancingnya di laut... disamping panas, beresiko juga bagi yang gak tahan dijamin pasti mabuk laut...

Tapi bagi orang yang suka memancing... mereka akan mengatakan bahwa nggak apa-apa berpanas-panas ria dan menunggu sambil rada-rada tidur... asalkan umpan kita disambar dan dapat mengangkat ikan ke daratan. Jika itu yang terjadi... sumpah rasa capek karena panas dan lelah karena menunggu akan terbang berganti sensasi yang luar biasa saat bertarung dengan kekuatan ikan yang ingin segera melepaskan dari mata kail.

Suatu hari aku pergi memancing ke kolam pancing di sekitar tempat tinggalku.... Aku sih tidak biasa dan tidak seberapa suka mancing di kolam pancing, karena menurutku kurang tantangan. Karena jika umpan kita disambar oleh ikan, kita langsung dapat memastikan ikan apa yang menyambar umpan kita. Kalau kita mancing di kolam lele.. ya pasti dapat lele.. kalau kita mancing di kolam bandeng.. ya dapat bandeng... demikian juga untuk kolam ikan mas, mujahir atau patin.

Ketika sampai di kolam pancing itu sudah banyak orang yang mengelilingi kolam itu dan melemparkan sticknya (joran) ke kolam yang airnya berwarna kecoklatan. Setelah tanya sana tanya sini, aku dapat informasi ternyata hari itu memang ada kegiatan lomba memancing dengan hadiah sepeda motor. Informasi itu sekaligus menghapus keherananku. Merasa penasaran dan berbekal pengalaman mancing di laut aku coba ikutan mendaftar... Enggak mahal koq... perorangnya cuma Rp. 35.000,- dan kalau dapat ikan hasil pancingan harus dibeli untuk dibawa pulang...

Setelah mendaftar, aku milih tempat duduk (terbuat dari Lonjoran kayu), yang kebetulan di nomor 35. Karena aku tidak ahli dalam membuat umpan untuk ikan yang hidup di kolam, pada saat mendaftar sekalian aku beli umpan yang dibuat oleh penjaga kolam. Nah waktu duduk di kursi 35, disebelahku sudah diisi oleh bapak-bapak tua, yang kalau lihat penampilannya sih sudah pemancing banget... dengan topi lebar, umpan yang dibawanya sendiri dan beberapa bungkus yang sepertinya adalah bekal makanan. Waktu aku duduk, aku sapa bapak itu. Biasa SKSD siapa tahu nanti aku dapat ilmu dari dia. Waktu aku sapa, sang bapak cuma manggut dan tersenyum aja. Dalam pikiranku, bapak ini lagi serius banget untuk berusaha memenangkan motor sebagai hadiahnya. Apalagi di tas jaringnya sudah terisi beberapa ikan, walaupun ukurannya tergolong kecil.

Sedangkan bangku yang ada disebelah kananku masih kosong. Mulailah aku memasang umpan dan melemparkan stickku ke kolam dengan harapan mendapatkan sensasi tarikan ikan yang berusaha melepaskan diri dari kail yang aku pasang diujung kenur. Lima belas menit berlalu... 20 menit berlalu, 30 menit berlalu umpanku belum disentuh ikan sama sekali. Sedangkan bapak disebelahku sudah berhasil mengangkat 2 ikan hasil pancingannya. Ah.. bete juga akhirnya...

Tak berselang lama terlihat ada pemancing yang baru datang. Kalau melihat penampilannya sudah biasa memancing juga... karena dandanannya sangat mirip dengan sang bapak yang ada di sebelah kiriku. Setelah mendatangi pos penjagaan (sepertinya juga baru mendaftar ikut lomba memancing..) dia bergegas ke bibir kolam. Aku perhatikan dia terus berjalan ke arahku... aku pikir pasti dia akan menggunakan tempat duduk nomor 36, yaitu persis di sebelahku. Benar aja semakin lama semakin dekat... ketika dia persis dibelakang sang bapak yang disebelahku tadi dia menyapa sekaligus bertanya. berikut cuplikan percakapan mereka yang berhasil aku rekam.

Bapak 36 : Mancing pak...
Bapak 34 : Ah enggak ini lho.. lagi mancing
Bapak 36 : Ouw ya sudah.. saya pikir lagi mancing...

Aku yang mendengarkan percakapan itu jadi bengong sendiri... Ada apa dengan kedua bapak ini...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar